Minggu, 08 Oktober 2017

MAKALAH BAHASA INDONESIA



MAKALAH
KATA GANTI DAN KATA DEPAN
Dosen Pengampu: Arpan Islami Bilal M.Pd


Oleh
Kelompok IV
                  NAMA                                                                          NIM
1.      KAMILA ISMI                                                                 160103065
2.      NUR HIDAYAH                                                               160103071
3.      DEDI SISWANTO                                                           160103072
Kelas
1C

TADRIS MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM MATARAM
2016


KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang tak terkira kami sampaikan ke hadiran tuhan Yang Maha Esa , karena berkat rahmat dan hidayah_Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kata Ganti dan Kata Depan” tepat pada waktnya.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia di Fakultas Tadris Matematika Institut Agama Islam Mataram.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.




















DAFTAR ISI

Ø  KATA PENGANTAR.………………………………………………..........................I
Ø  DAFTAR ISI …………………………………………………………………………II
Ø  BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Materi ……………………………………………………1
1.2  Tujuan Pembelajaran ……………………………………………………..1
Ø  BAB II            PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Kata……………………………………………………………2
2.2  Jenis-jenis Kata………………………………….…………………………2
2.3  Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya…………………………………………...2
2.4  Penggabungan Kata Ganti (Pronomina)……………………………..…….3
2.5  Kata Depan di, ke, dan dari………………………………………..………6
2.6  Kata Depan oleh……………………...…………………..………………….6
2.7  Kata Depan dengan…………………………………….……………………7
Ø  BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan …………………………………………………..……………9
3.2 Saran …………………………………………………………...………….9
Ø  DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Materi
          Dalam pedoman umun ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan, telah melakukan berkali-kali penyempurnaan dalam ejaan.
Antara lain yang dibahas dalam ejaan yang disempurnaan itu adalah penulisan kata, yang dimana penulisan kata itu memiliki porsi yang berpengaruh dalam penulisan, penulisan kata yang benar akan membuat kaliamat-kalimat yang kita buat menjadi padu, efektif, dan enak dibaca.
           Dalam penulisan kata membahas berbagai bentuk kata, seprti kata dasar, turunan, ulang, kata ganti, kata depan, gabungan kata, singkatan, dan angka dan lambang bilangan.
Pada makalah ini kami akan membahas secara lebih rinci, aspek-aspek yang ada dalam penulisan kata, sesuai dengan pedoman ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan.
          Pada umumnya kita menganggap bahwa bahasa indonesia itu mudah karena setiap hari disekitar kita mendengar orang menggunakanya, setiap hari pula membaca karangan-karangan baik itu dalam surat kabar majalah, buku, dan sebagainya, yang tertulis dalam bahasa indonesia. Jadi, telinga kita sudah terbiasa mendengarnya dan mata kita sudah banyak melihat bentuk tulisan. Oleh karena itu, banyak diantara kita menganggap bahwa bahasa indonesia itu mudah.
         Harapan kami bahwa apa yang kami kemukakan dapat jadikan sebagai sumbang saran mengenai bagaimana berbahasa yang baik dan benar.i bahwakamkaaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar

1.2  Tujuan Pembelajaran
1.      Untuk mengetahui kata ganti
2.      Untuk mengetahui kata depan
3.      Untuk mengetahui bagaimana penulisan kata yang benar




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kata
Kata adalah kumpulan beberapa huruf yang memiliki makna tertentu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan suatu perasaan dan pikiran yang dapat dipakai dalam berbahasa. Dari segi bahasa kata diartikan sebagai kombinasi morfem yang dianggap sebagai bagian terkecil dari kalimat. Sedangkan morfem sendiri adalah bagian terkecil dari kata yang memiliki makna dan tidak dapat dibagi lagi ke bentuk yang lebih kecil.

2.2 Jenis-jenis Kata
Berdasarkan ciri dan karakteristiknya kata dikelompokan menjadi kata kerja, kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata keterangan, kata depan, kata ganti, kata sandang, kata ulang, kata sambung dan kata seru.
2.3 Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya                                                                                     
                         Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku,-mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
apa yang kumiliki boleh kauambil.
Bukuku, bukumu, dan bukunya, tersimpan di perpustakaan
Buku ini boleh kaubaca
Catatan:
Kata-kata ganti itu dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan hurup kapital.
Misalnya:
KTP-mu
SIM-mu
STNK-ku
2.4 Penggolongan Kata Ganti (Pronomina) 
1.Kata ganti orang ( pronomina persona ) terbagi menjadi :
a. Kata ganti orang pertama ialah kata ganti untuk orang yang berbicara/si pembicara,selanjutnya disebut “kata ganti orang pertama”.
Contoh :
Tunggal : Aku / Saya
            Jamak : Kami / Kita
b.  Kata ganti orang kedua ialah kata ganti untuk lawan bicara atau yang diajak berbicara, selanjutnya disebut “kata ganti orang kedua”.
            Contoh :
            Tunggal : Engkau / Kau
            Jamak : Kalian
c.  Kata ganti orang ketiga ialah kata ganti untuk orang yang sedang dibicarakan atau yang menjadi bahan pembicaraan, selanjutnya disebut “kata ganti orang ketiga”.
            Contoh :
            Tunggal : Ia / Dia
Tunggal : nya → bukunya
Jamak : mereka → buku mereka

2. Kata ganti penunjuk ( pronomina demonstrativa )
Kata ganti penunjuk ialah segala kata yang menunjukkan letak suatu benda atau yang dibendakan.
Macam-macam kata ganti penunjuk :
Pembagian kata ganti penunjuk didasarkan pada letak / tempat benda.
1.    Menunjuk letak di tempat si pembicara dengan menggunakan kata ini.
2.    Menunjuk letak di tempat lawan bicara dengan menggunakan kata itu.
Contoh :
Sana                            disana                          kesana
                          Sini                            disini                           kesini
                          Situ                            disitu                           kesitu

1.      Kata ganti penghubung ( pronomina relativa )
Kata ganti penghubung ialah kata ganti yang merangkaikan kata benda dengan kata yang meneragkan kata benda tersebut.
Contoh :
Bunga merah → bunga yang merah
Bawang putih → bawang yang putih
Rumah kami → rumah tempat kami
Lemari es → lemari tempat es
Jadi kata ganti penghubungnya yang dan tempat.

Fungsi kata ganti penghubung yang :
·         Menyatakan makna sebenarnya
·         Menyatakan pengertian “untuk umum”
·         Sebagai penunjuk
·         Kata ganti penanya
·         Sebagai kata sandang / pengganti

5.    Kata ganti penanya ( pronomina interogativa )
Kata ganti penanya ialah kata ganti yang menyatakan tentang orang atau keadaan.
Macam-macam kata ganti penanya :
Apa ( untuk menanyakan benda )
 Mana ( untuk menanyakan pilihan )
 Siapa ( untuk menanyakan orang )
a)    Kata ganti penanya apa
d.   Untuk menanyakan macam / jenis benda
Contoh : Bola apa itu?                                                           ( Bola karet )
e.    Menanyakan wujud benda
Contoh : Ikan paus makan apa?                      ( Daging )
f.     Menanyakan alat
Contoh : Dengan apa kau pukul dia?              ( Kayu )
g.    Menanyakan maksud / tujuan
Contoh : Untuk apa benang itu?                      ( Mengikat )
b)   Kata ganti penanya siapa
Untuk menanyakan orang atau sesuatu yang dianggap orang.
Contoh : Siapa yang datang itu ?                      ( Ali )
c)    Kata ganti penanya mana
Kata ganti penanya untuk menanyakan pilihan orang atau barang.
Contoh : Yang mana kau beli ?                         ( Yang ini )
h.    Menanyakan asal
Contoh : Dari mana kalian ?                                         ( Dari desa )
6.    Kata ganti tak tentu ( pronomina indeterminatif )
Kata ganti tak tentu ialah kata-kata yang menggantikan atau menunjukkan tempat suatu benda / orang dalam keadaan tidak tentu atau umum.
Contoh :
·         Suatu saat pasti dia akan sadar
·         Salah satu boleh masuk, jangan semua
·         Tiap hari mereka berkumpul

2.5 Kata Depan di, ke, dan dari
            Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali didalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
bermalam sajalah di sini.
Ke mana saja ia selama ini?
Ia datang dari surabaya kemarin
Catatan;
Kata –kata yang dicetak miring didalam kalimat seperti dibawah ini ditulis serangkai.
Minsalnya:
Kami percaya sepenuhnya kepadanya
Dia lebih tua daripada saya
Dia masuk, lalu keluar lagi

2.6 Kata Depan oleh
Persoalan pertama kata depan oleh ialah: Ada kata depan oleh yang dapat dihilangkan dalam kalimat, artinya pemakaiannya tidak merupakn suatu keharusan benar, jadi, boleh dipakai, boleh juga tidak. Namun, ada juga kata oleh yang penggunaannya dalam kalimat merupakan satu keharusan, tidak boleh dihilangkan.
Contoh dalam kalimat :
Buku itu dibeli (oleh) Amir.
Dibeli (oleh) Amir buku itu.
Oleh Amir dibelinya buku itu.
Buku itu dibeli di Toko Murah oleh Amir.
Buku yang mahal itu tidak terbeli oleh Amir.
Kata oleh dalam posisi lain daripada itu tidak boleh dihilangkan. Pemakaiannya merupakan keharusan. Kata oleh seperti itu letaknya :
·         pada permulaan kalimat (seperti pada kalimat 3)
·         sesudah kata kerja berawalan di- yang dipisahkan oleh keterangan yang lain dengan kata kerja itu (lihat contohnya pada kalimat 4)
·         di belakang kata kerja berawalan ter- (seperti pada kalimat 5)
`     Fungsi atau makna kata oleh ialah :
·         sebagai penunjuk pelaku; misalnya,
diserahkan oleh Kakak
sama artinya dengan sebab atau karena; misalnya,
tidak lapuk oleh hujan, tidak lekang oleh panas.
·         menyatakan hubungan kekerabatan; misalnya,
Anak itu apa oleh Tuan ?
oleh dia kemanakan saya.
·         Bersinonim dengan pada, kepada; misalnya,
Tak tampak olehnya (=kepadanya) macan tutul itu
bersinonim dengan kata dengan; misalnya
pohon itu sarat oleh buah(= sarat dengan buah)


2.7 Kata Depan dengan
Ada beberapa kesalahan yang dibuat orang dalam pemakaian kata depan dengan. Perhatikan ungkapan berikut, yaitu ungkapan yang dibentuk dengan kata depan dengan sebagai ungkapan paduan kata.
·         berhubung dengan …
·         sesuai dengan …
·         seiring dengan …
·         berhubungan dengan …
·         bertalian dengan …
·         berkenaan dengan …
·         bertepatan dengan …
Ungkapan-ungkapan ini merupakan paduan tetap sehingga kata dengan tidak boleh dihilangkan dari paduannya itu. Orang biasanya dengan sengaja menghilangkan atau tidak menggunakan kata depan dengan seperti dalam kalimat.
Berhubung saya sakit, saya tak dapat masuk kantor hari ini.
Pemakaian kata berhubung dalam kalimat di atas salah. Di sini seharusnya digunakan karena. Jadi, di sini kita melihat bahwa orang menyamakan saja kata karena dengan berhubung sebagai dua kata yang bersinonim. Ada perbedaan antara kedua kata itu. Kata karena menyatakan hubungan sebab (kausalitas), sedangkan berhubung dengan menyatakan pertalian. Kata karena dapat diikuti oleh kata benda, kata kerja, dan kata sifat, sedangkan berhubung dengan hanya diikuti kata benda.

















BAB III
PENUTUP
1.1  Kesimpulan

1.2  Saran
     





















DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, Chaedar. 1993. Linguistik Suatu Pengantar. Bandung:Angkasa.
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf Gorys, 1982. Tatabahasa Indonesia, Ende Flores: Nuasa Indah.
Ramlan, M., 1980. Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi, Yogyakarta: U. P. Karyono.
Samsuri. 1981. Analisis Bahasa, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Yasin, Sulchan. 1988. Tinjauan Deskriptif Seputar Morfologi. Surabaya: Usaha Nasional.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM

TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Dosen Pengampu: Dr. Syamsul Arifin, MA Oleh                                  ...