MAKALAH
KATA
GANTI DAN KATA DEPAN
Dosen
Pengampu: Arpan Islami Bilal M.Pd
Oleh
Kelompok
IV
NAMA
NIM
1. KAMILA ISMI
160103065
2. NUR HIDAYAH
160103071
3. DEDI SISWANTO
160103072
Kelas
1C
TADRIS
MATEMATIKA
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM MATARAM
2016
KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang tak terkira kami sampaikan ke hadiran tuhan
Yang Maha Esa , karena berkat rahmat dan hidayah_Nya kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Kata Ganti dan Kata Depan” tepat pada waktnya.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan
persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia di Fakultas
Tadris Matematika Institut Agama Islam Mataram.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
DAFTAR
ISI
Ø KATA
PENGANTAR.………………………………………………..........................I
Ø DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………II
Ø BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Materi ……………………………………………………1
1.2 Tujuan
Pembelajaran ……………………………………………………..1
Ø BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kata……………………………………………………………2
2.2 Jenis-jenis
Kata………………………………….…………………………2
2.3 Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya…………………………………………...2
2.4 Penggabungan Kata Ganti (Pronomina)……………………………..…….3
2.5 Kata Depan di, ke, dan dari………………………………………..………6
2.6 Kata Depan oleh……………………...…………………..………………….6
2.7 Kata Depan dengan…………………………………….……………………7
Ø BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan …………………………………………………..……………9
3.2 Saran …………………………………………………………...………….9
Ø DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Materi
Dalam
pedoman umun ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan, telah melakukan
berkali-kali penyempurnaan dalam ejaan.
Antara lain yang dibahas dalam ejaan yang disempurnaan itu adalah penulisan kata, yang dimana penulisan kata itu memiliki porsi yang berpengaruh dalam penulisan, penulisan kata yang benar akan membuat kaliamat-kalimat yang kita buat menjadi padu, efektif, dan enak dibaca.
Dalam penulisan kata membahas berbagai bentuk kata, seprti kata dasar, turunan, ulang, kata ganti, kata depan, gabungan kata, singkatan, dan angka dan lambang bilangan.
Pada makalah ini kami akan membahas secara lebih rinci, aspek-aspek yang ada dalam penulisan kata, sesuai dengan pedoman ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan.
Antara lain yang dibahas dalam ejaan yang disempurnaan itu adalah penulisan kata, yang dimana penulisan kata itu memiliki porsi yang berpengaruh dalam penulisan, penulisan kata yang benar akan membuat kaliamat-kalimat yang kita buat menjadi padu, efektif, dan enak dibaca.
Dalam penulisan kata membahas berbagai bentuk kata, seprti kata dasar, turunan, ulang, kata ganti, kata depan, gabungan kata, singkatan, dan angka dan lambang bilangan.
Pada makalah ini kami akan membahas secara lebih rinci, aspek-aspek yang ada dalam penulisan kata, sesuai dengan pedoman ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan.
Pada
umumnya kita menganggap bahwa bahasa indonesia itu mudah karena setiap hari
disekitar kita mendengar orang menggunakanya, setiap hari pula membaca
karangan-karangan baik itu dalam surat kabar majalah, buku, dan sebagainya,
yang tertulis dalam bahasa indonesia. Jadi, telinga kita sudah terbiasa
mendengarnya dan mata kita sudah banyak melihat bentuk tulisan. Oleh karena
itu, banyak diantara kita menganggap bahwa bahasa indonesia itu mudah.
Harapan
kami bahwa apa yang kami kemukakan dapat jadikan sebagai sumbang saran mengenai
bagaimana berbahasa yang baik dan benar.i bahwakamkaaimana berbahasa Indonesia
yang baik dan benar
1.2 Tujuan Pembelajaran
1.
Untuk mengetahui kata
ganti
2.
Untuk mengetahui kata
depan
3.
Untuk mengetahui
bagaimana penulisan kata yang benar
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kata
Kata adalah kumpulan beberapa huruf yang memiliki makna tertentu. Dalam KBBI
(Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau
dituliskan yang merupakan perwujudan suatu perasaan dan pikiran yang dapat
dipakai dalam berbahasa. Dari segi bahasa kata diartikan sebagai kombinasi
morfem yang dianggap sebagai bagian terkecil dari kalimat. Sedangkan morfem
sendiri adalah bagian terkecil dari kata yang memiliki makna dan tidak dapat
dibagi lagi ke bentuk yang lebih kecil.
2.2 Jenis-jenis Kata
Berdasarkan ciri dan karakteristiknya
kata dikelompokan menjadi kata kerja, kata benda, kata sifat, kata bilangan,
kata keterangan, kata depan, kata ganti, kata sandang, kata ulang, kata sambung
dan kata seru.
2.3 Kata Ganti ku, kau, mu,
dan nya
Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku,-mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku,-mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
apa yang kumiliki boleh kauambil.
Bukuku, bukumu, dan bukunya, tersimpan di perpustakaan
Bukuku, bukumu, dan bukunya, tersimpan di perpustakaan
Buku ini boleh kaubaca
Catatan:
Kata-kata ganti itu dirangkaikan dengan tanda hubung
apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali
dengan hurup kapital.
Misalnya:
KTP-mu
SIM-mu
STNK-ku
2.4 Penggolongan Kata Ganti (Pronomina)
1.Kata ganti
orang ( pronomina persona ) terbagi menjadi :
a. Kata
ganti orang pertama ialah kata ganti untuk orang yang berbicara/si pembicara,selanjutnya
disebut “kata ganti orang pertama”.
Contoh :
Tunggal :
Aku / Saya
Jamak : Kami / Kita
b. Kata ganti orang kedua ialah kata ganti untuk
lawan bicara atau yang diajak berbicara, selanjutnya disebut “kata ganti
orang kedua”.
Contoh :
Tunggal : Engkau / Kau
Jamak : Kalian
c. Kata ganti
orang ketiga ialah kata ganti untuk orang yang sedang dibicarakan atau yang
menjadi bahan pembicaraan, selanjutnya disebut “kata ganti orang ketiga”.
Contoh :
Tunggal : Ia
/ Dia
Tunggal
: nya → bukunya
Jamak
: mereka → buku mereka
2.
Kata ganti penunjuk ( pronomina demonstrativa )
Kata
ganti penunjuk ialah segala kata yang menunjukkan letak suatu benda atau yang
dibendakan.
Macam-macam kata ganti
penunjuk :
Pembagian kata ganti
penunjuk didasarkan pada letak / tempat benda.
1.
Menunjuk letak di tempat si pembicara dengan menggunakan kata ini.
2.
Menunjuk letak di tempat lawan bicara dengan menggunakan kata itu.
Contoh :
Sana disana kesana
Sini disini kesini
Situ disitu kesitu
1. Kata
ganti penghubung ( pronomina relativa )
Kata
ganti penghubung ialah kata ganti yang merangkaikan kata benda dengan kata yang
meneragkan kata benda tersebut.
Contoh :
Bunga
merah → bunga yang merah
Bawang
putih → bawang yang putih
Rumah
kami → rumah tempat kami
Lemari
es → lemari tempat es
Jadi
kata ganti penghubungnya yang dan tempat.
Fungsi kata ganti
penghubung yang :
·
Menyatakan makna sebenarnya
·
Menyatakan pengertian “untuk umum”
·
Sebagai penunjuk
·
Kata ganti penanya
·
Sebagai kata sandang / pengganti
5.
Kata ganti penanya ( pronomina interogativa )
Kata
ganti penanya ialah kata ganti yang menyatakan tentang orang atau keadaan.
Macam-macam kata
ganti penanya :
Apa ( untuk
menanyakan benda )
Mana ( untuk menanyakan pilihan )
Siapa ( untuk menanyakan orang )
a)
Kata ganti penanya apa
d.
Untuk menanyakan macam / jenis benda
Contoh : Bola
apa itu? ( Bola karet )
e.
Menanyakan wujud benda
Contoh : Ikan
paus makan apa? (
Daging )
f.
Menanyakan alat
Contoh : Dengan
apa kau pukul dia? ( Kayu )
g.
Menanyakan maksud / tujuan
Contoh : Untuk
apa benang itu? ( Mengikat )
b)
Kata ganti penanya siapa
Untuk menanyakan
orang atau sesuatu yang dianggap orang.
Contoh : Siapa
yang datang itu ? ( Ali )
c)
Kata ganti penanya mana
Kata ganti
penanya untuk menanyakan pilihan orang atau barang.
Contoh : Yang
mana kau beli ? ( Yang ini )
h.
Menanyakan asal
Contoh : Dari
mana kalian ? ( Dari desa )
6.
Kata ganti tak tentu ( pronomina indeterminatif )
Kata ganti tak
tentu ialah kata-kata yang menggantikan atau menunjukkan tempat suatu benda /
orang dalam keadaan tidak tentu atau umum.
Contoh :
·
Suatu saat pasti dia akan sadar
·
Salah satu boleh masuk, jangan semua
·
Tiap hari mereka berkumpul
2.5 Kata Depan di, ke, dan dari
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali didalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali didalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
bermalam sajalah di sini.
Ke mana saja ia selama ini?
Ia datang dari surabaya kemarin
Ke mana saja ia selama ini?
Ia datang dari surabaya kemarin
Catatan;
Kata –kata yang dicetak miring
didalam kalimat seperti dibawah ini ditulis serangkai.
Minsalnya:
Kami percaya sepenuhnya kepadanya
Dia lebih tua daripada
saya
Dia masuk, lalu keluar lagi
2.6 Kata Depan oleh
Persoalan
pertama kata depan oleh ialah: Ada kata depan oleh yang dapat dihilangkan dalam
kalimat, artinya pemakaiannya tidak merupakn suatu keharusan benar, jadi, boleh
dipakai, boleh juga tidak. Namun, ada juga kata oleh yang penggunaannya dalam
kalimat merupakan satu keharusan, tidak boleh dihilangkan.
Contoh
dalam kalimat :
Buku
itu dibeli (oleh) Amir.
Dibeli
(oleh) Amir buku itu.
Oleh
Amir dibelinya buku itu.
Buku
itu dibeli di Toko Murah oleh Amir.
Buku
yang mahal itu tidak terbeli oleh Amir.
Kata
oleh dalam posisi lain daripada itu tidak boleh dihilangkan. Pemakaiannya
merupakan keharusan. Kata oleh seperti itu letaknya :
·
pada permulaan kalimat (seperti pada
kalimat 3)
·
sesudah kata kerja berawalan di- yang
dipisahkan oleh keterangan yang lain dengan kata kerja itu (lihat contohnya
pada kalimat 4)
·
di belakang kata kerja berawalan ter-
(seperti pada kalimat 5)
` Fungsi atau makna kata oleh ialah :
·
sebagai penunjuk pelaku; misalnya,
diserahkan
oleh Kakak
sama
artinya dengan sebab atau karena; misalnya,
tidak
lapuk oleh hujan, tidak lekang oleh panas.
·
menyatakan hubungan kekerabatan;
misalnya,
Anak
itu apa oleh Tuan ?
oleh
dia kemanakan saya.
·
Bersinonim dengan pada, kepada;
misalnya,
Tak
tampak olehnya (=kepadanya) macan tutul itu
bersinonim
dengan kata dengan; misalnya
pohon
itu sarat oleh buah(= sarat dengan buah)
2.7 Kata Depan dengan
Ada beberapa kesalahan
yang dibuat orang dalam pemakaian kata depan dengan. Perhatikan ungkapan
berikut, yaitu ungkapan yang dibentuk dengan kata depan dengan sebagai ungkapan
paduan kata.
·
berhubung dengan …
·
sesuai dengan …
·
seiring dengan …
·
berhubungan dengan …
·
bertalian dengan …
·
berkenaan dengan …
·
bertepatan dengan …
Ungkapan-ungkapan ini
merupakan paduan tetap sehingga kata dengan tidak boleh dihilangkan dari
paduannya itu. Orang biasanya dengan sengaja menghilangkan atau tidak
menggunakan kata depan dengan seperti dalam kalimat.
Berhubung saya sakit,
saya tak dapat masuk kantor hari ini.
Pemakaian kata
berhubung dalam kalimat di atas salah. Di sini seharusnya digunakan karena.
Jadi, di sini kita melihat bahwa orang menyamakan saja
kata karena dengan berhubung sebagai dua kata yang bersinonim. Ada perbedaan
antara kedua kata itu. Kata karena menyatakan hubungan sebab (kausalitas),
sedangkan berhubung dengan menyatakan pertalian. Kata karena dapat
diikuti oleh kata benda, kata kerja, dan kata sifat, sedangkan berhubung dengan
hanya diikuti kata benda.
BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
1.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Alwasilah, Chaedar. 1993.
Linguistik Suatu Pengantar. Bandung:Angkasa.
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik
Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf Gorys, 1982. Tatabahasa
Indonesia, Ende Flores: Nuasa Indah.
Ramlan, M., 1980. Ilmu Bahasa
Indonesia Morfologi, Yogyakarta: U. P. Karyono.
Samsuri. 1981. Analisis Bahasa,
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Yasin, Sulchan. 1988. Tinjauan
Deskriptif Seputar Morfologi. Surabaya: Usaha Nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar